Alasan Kenapa 90% Binis/Startup Gagal & Solusinya
Alasan
Kenapa 90% Binis/Startup Gagal & Solusinya - Mungkin kamu menganggap kalau angka 90%
dalam judul hanya sebatas angka saja, tapi nyatanya memang 90% startup gagal.
Memang ada berbagai macam alasan yang melatarbelakangi kegagalan tersebut,
namun ada juga faktor dominan yang mengebabkan bisnis/startup tersebut gagal.
Profesor
Thomas R. Eisenmann dari Havard Business School menyatakan hal itu. Sebagian
besar bisnis berujung pada kegagalan. Ia juga memaparkan alasannya.
41%
kegagalan disebabkan oleh ketidak sesuaian produk dengan kebutuhan atau
keinginan konsumen.
Banyak
orang yang berusaha untuk menjual sesuatu yang bahkan tidak ingin dibeli oleh
pasar.
Bayangkan
kalau kamu itu sebagai konsumen, apakah kamu akan membeli sesuatu yang tidak
kamu butuhkan atau sesuatu yang tidak kamu inginkan? Tentu tidak. Orang-orang
sensitive kalau soal duit.
Lalu
Bagaimana
Cara Memulai Bisnis yang Tepat
Kamu
tidak perlu ngotot untuk mendapatkan banyak keuntungan saat pertama kali
membuka usaha.
-
Coba untuk melihat terlebih dahulu apa yang diingkan oleh pasar. Itu tahap yang
pertama.
-
Pastikan persaingannya bisa kamu masuki. Setelah mendapatkan produk yang
sekiranya cocok dengan keinginan pasar, perhatikan produk pesaingmu.
Dan
tentunya pastikan kalau produkmu memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan
produk pesaing.
-
Mulai produksi sampel atau prototipe, kamu tidak perlu langsung mengguncang
pasar, santuy saja. Coba edarkan sedikit produkmu, kalau respondnya baik, baru
gaskeun!
Lalu
bagaimana kalau produk kita ternyata ditolak oleh pasar? Ya tentu saja buat
inovasi. Kemudian coba kembali tawarkan kepada pasar.
Alasan Lain yang Menyebabkan Kegagalan Bisnis
41% Tidak Ada Kebutuhan Pasar
29% Kehabisan Modal
23% Bersama dengan Tim yang Salah
Selain
itu peluncuran bisnis yang tepat waktu sangat lah penting, mungkin sekarang ini
menjual alat elektronik seperti komputer, laptop, dan sebagainya bisa sangat
menguntungkan, tapi pada zaman dulu, itu bisa menjadi ide buruk.

Comments
Post a Comment