Passive Suicidal – Memiliki Pikiran Kalau Tak Apa Bila Besok Mati
Passive
Suicidal – Memiliki Pikiran Kalau Tak Apa Bila Besok Mati:
Oke, mungkin tema post kali ini agak sedikit tidak biasa, bahkan saat
mengumpulkan informasi soal Passive Suicidal, sangat-sangat sedikit artikel
passive suicidal yang berbahasa Indonesia. Alhasil author pun harus membaca
artikel-artikel berbahasa inggris dengan kemampuan bahasa inggris author yang
pas-pasan.
Nah, alasan yang melatar belakangi tulisan ini
adalah karena sebelumnya author sempat melihat beberapa postingan soal orang
yang ingin mati, tapi tidak benar-benar mau bunuh diri. Jadi hidup enggang,
mati pun tak mau. Nah, situasi seperti itu disebut dengan passive suicidal
Mungkin ini terdengar konyol, tapi sebaiknya ini tidak dijadikan bahan lelucon
karena ini bisa menjadi permasalahan yang serius.
Dan mungkin kamu membaca artikel ini hanya karena
penasaran, iseng, sedang bosen, atau memang benar-benar ingin tahu soal hal
ini. Yang jelas, setelah membaca post ini, alangkah baiknya jika kamu
membagikan informasi ini, mau secara lisan atau pun dengan share postnya,
karena bisa saja seseorang yang kamu kenal, seseorang yang dekat dengan kamu,
mengalami hal ini tanpa sepengetahuan kamu.
Passive Suicidal bisa disebabkan oleh banyak faktor,
bisa karena penolakan dari lingkungan sosial, kegagalan beruntun, patah hati,
dan sebagainya.
Mengenal lebih dalam lagi soal passive suicidal, ada
cukup banyak contoh kasusnya, dan ada beberapa kisah yang menyentuh.
Berdasarkan pemaparan berbagai orang yang mengalami passive suicidal, admin merangkum
ciri-ciri atau gejala passive suicidal sebagai berikut.
1.
Tidak
melakukan aktivitas dengan gairah
Jika sebelumnya seseorang melakukan
suatu aktivitas dengan penuh semangat, misalnya datang awal ke kantor atau ke
sekolah, mengerjakan tugas dengan baik, dan termotivasi dalam meraih cita-cita.
Lalu kemudian merasa masa bodo dengan semuanya, ada kemunkinan kalau orang itu
mengalami passive suicidal.
Jadi bagi orang yang mengalami hal
ini, mereka bersikap seperti biasanya jika dilihat sekilas, tapi jika
diperhatikan baik-baik, mereka melakukan semua aktifitasnya tanpa gairah
sedikit pun. Mereka beranggapan kalau mati besok pun tak apa karena semuanya
tidak berarti.
2.
Melakukan
Tindakan Ekstrim.
Beberapa pengidap passive suicidal
melakukan tindakan ekstream seperti berdiri di ujung atap bangunan, memacu
kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan sebagainya. Mereka tentunya melakukan
hal tersebut tidak berlandaskan keberanian, tapi karena mereka merasa hidupnya
tidak berharga, jadi tak apa jika celaka.
Sebagai contoh lainnya, orang yang
mengalami passive suicidal itu hidup seperti larry. Mereka sengaja melakukan
hal ekstrim yang menantang maut.
3.
Menjauh
Dari Pergaulan Sosial
Yang author maksud adalah tidak
melakukan kegiatan yang dilakukan bersama-sama, misalnya hang out bersama
teman-teman dan hal lainnya. Kembali soal tidak adanya gairah hidup, mereka pun
merasa tidak ingin bergabung bersama lingkungan sosial.
4.
Mengatakan
Kalau Dia Ingin Bunuh Diri
Oke, Well, sebenarnya ini tidak
dilakukan oleh semua penderita passive suicidal, tapi ada beberapa dari mereka
yang melakukannya. Ada yang mengatakannya sambil bergurau, ada juga yang
mengatakannya dengan serius.
Jika kamu menjadi pihak yang
mendengarkan, sebaiknya kamu berhati-hati dengan apa yang kamu ucapkan, karena
bisa saja ucapanmu itu menyakiti hatinya. Dan jika kamu menjadi pihak yang
ingin bicara soal bunuh diri, sebaiknya kamu pilih-pilih dalam memilih orang
yang tepat untuk diajak bicara.
5.
Sulit
Merasakan Emosi
Di dalam setting otak, merasakan emosi
itu sudah auto, dilakukan otomatis, tapi bagi orang yang mengalami passive
suicidal, mereka sulit merasakan emosi, bukan hanya perasaan bahagia saja, tapi
perasaan sedih juga. Perasaannya datar.
Passive Suicidal ini memang dapat sembuh dengan
sendirinya dalam waktu sekitar dua minggu, tapi ada juga yang lebih lama dari
tenggang waktu itu. Bisa juga sampai berubah menjadi active suicidal dan
berakhir bunuh diri.
Lalu
bagaimana jika kita atau seseorang yang kita kenal mengalami passive suicidal?
Di luar negeri, ada beberapa pelayanan untuk
mencegah bunuh diri, tapi kelihatannya kalau di Indonesia masih kurang. Jadi
kita harus sebisa mungkin mengatasi masalah itu tanpa bantuan pemerintah.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi
passive suicidal, diantaranya adalah:
1. Tidak Mengambil Keputusan Besar
Jangan pernah mengambil keputusan
saat kamu sedang mengalami passive suicidal karena kondisi otak sedang tidak
stabil. Berilah jangka waktu untuk mengambil keputusan. Misalnya, kamu berjanji
untuk tidak mengambil keputusan bunuh diri selama dua minggu, dan sebagainya.
2.
Bicarakan
Dengan Orang Yang Tepat
Oke, mungkin ini memang sulit untuk
menemukan orang yang tepat. Keluarga juga terkadang justru memperburuk keadaan.
Sebenarnya dalam berbagai sumber yang author baca, mereka menganjurkan untuk
menceritakannya kepada keluarga, tapi menurut author, jauh lebih baik untuk
mengatakan hal ini kepada orang yang sekiranya akan mengerti.
Jika orang itu mengerti atau
mencoba memahami bagaimana rasanya mengalami passive suicidal, setidaknya orang
itu akan memberikan dukungan dan pemahaman-pemahaman lain. Akan tetapi jika
kita berbicara dengan orang dekat yang sama sekali tidak tahu tentang passive
suicidal dan menganggapnya sebagai hal yang ‘lebay’, itu justru akan
memperburuk keadaan.
Lalu bagaimana caranya menemukan
orang-orang yang mengerti akan passive suicidal? Untungnya saat mencari bahan
post ini, admin menemukan banyak sekali artikel yang ditulis oleh orang-orang
yang pernah mengalami passive suicidal, dan tentunya mereka memahami betul
bagaimana rasanya. Jadi coba lah untuk menemukan orang-orang yang juga
sama-sama pernah mengalami hal itu.
Selain itu admin memiliki sedikit
tips, jika kamu memang ingin men-sharenya di sosmed, jauh lebih baik gunakan
fake account dan cari lah group luar negeri atau group yang memang membahas hal
semacam itu.
3.
Teruslah
Bernafas
Oke, mungkin ini terdengar konyol,
tapi bener, teruslah bernafas, jalani hidup meskipun dengan perasaan yang
setengah mati. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa
depan. Keadaan memang bisa menjadi semakin memburuk, tapi bisa juga semakin
membaik.
Tidak ada yang bisa menjamin kalau
keadaan akan membaik, tapi tidak ada juga yang bisa memastikan kalau keadaan
akan memburuk. Jika ada kesempatan datang, ambil.
Nah, itu adalah beberapa tips yang bisa author
tawarkan ketika ada seseorang yang mengalami passive suicidal. Author memang
bukan seorang psikiater atau bahkan anak psikolog, tapi setidaknya author
berusaha untuk berbagi dan memahami. Toh, author juga gak sembarangan nulis.
Sebenarnya salah satu alasan lain kenapa author
menulis post ini adalah karena author juga pernah mengalami hal yang serupa. Pernah
suatu ketika, semua usaha yang author lakukan tidak berjalan lancar, semuanya.
Dalam mata kuliah, pergaulan, keluarga, dan bahkan dalam percintaan author
ditikung sahabat (it’s sound stupid but I’m serious XD).
Lalu dalam keadaan terendah seperti itu tiba-tiba
saja ada sebuah pemikiran, “Eh, kenapa sih gue begitu berusaha keras buat jadi
orang sukses? Emangnya kenapa kalo idup gue biasa-biasa aja? Lagian bisa aja kalo
gue besok mati dan semua yang gue punya sirna seketika. Dan terus kalau gue
mati emangnya kenapa? Gak masalah juga. Gak ada yang penting ini. Gue gak
penting, modar besok pun gak bakal ada yang protes.”
Habis itu sepanjang hari kerjaannya cuma tiduran
terus. Kalau gak tiduran ya ngurung diri di kamar. Kuliah tetep datang, tapi
lebih telat dari biasanya (biasanya juga suka telat … hehe). Dan kadang author
juga bolos dalam beberapa perkuliahan. Kejadian seperti itu berlangsung kurang
lebih selama dua minggu. Dan ada sisi positifnya, pendekatan ke tuhan lebih
sering karena di pikirannya cuma mikirin mati doang … hehe.
Tapi setelah lebih dari dua minggu, kehidupannya
kembali aja seperti semula. Author hidup, usaha, nafas, percis seperti
sebelumnya lah. Mulai lagi dari awal. Lalu kemudian tiba-tiba ada sebuah
artikel soal passive suicidal dan author ngerasa, lah, rasanya pernah ngalamin
nih.
Oke, sekian artikelnya, atas segala typo yang ada,
mohon maklumnya.

Comments
Post a Comment