Hal yang Paling Mengerikan Dari Holocaust (Pembantaian Yahudi Hoax?)
Hal
yang Paling Mengerikan Dari Holocaust (Pembantaian Yahudi Hoax?) –
Oke, mungkin kalau mendengar kata holocaust, beberapa orang masih asing dengan
istilah itu. Tapi author rasa hampir semua orang sudah tahu apa itu Nazi.
Ya, Nazi
adalah beras yang sudah direbus air, oke, salah, itu Nasi. Nazi adalah nama
partai atau kelompok orang yang menguasai Jerman setelah perang dunia pertama.
Pimpinan Nazi yang begitu terkenal, Adolf Hitler-pemilik kumis Charlie
Chaplin-sangat membenci Yahudi.
Jadi zaman dahulu, kaum Yahudi sering disalahkan
atas kesengsaraan yang berada di Jerman. Banyak masyarakat yang miskin, namun
masyarakat Yahudi yang tinggal di Jerman justru sejahtera. Selain itu ada rumor
yang mengatakan kalau Yahudi sempat ingin berbelok mengkhianati Jerman saat
perang dunia pertama.
Darisanalah rasa kebencian terhadap Yahudi dimulai,
pasa saat berkuasa, Nazi langsung melakukan pemusnahan besar-besaran atau
genosida terhadap Yahudi. Nama genosida itu disebuat dengan istilah Holocaust.
Jika kamu belajar Sejarah dulu, mungkin kamu diberi
tahu betapa mengerikannya Holocaust itu. 6 juta orang Yahudi dibunuh dengan
cara sadis seperti diracun, dibakar, direbus dan lainnya. Bahkan ada yang
mengatakan kalau mayat dari Yahudi itu dijadikan sabun (minyaknya) dan dijadikan
pupuk tanaman.
Benar-benar mengerikan, admin sampai merinding saat
dengar penjelasan guru sejarah dulu saat SMA. Kemudian beberapa hari yang lalu,
admin searching kembali soal Holocaust. Dan ternyata ada beberapa kejanggalan
soal Holocaust, banyak kejanggalan malah.
Jadi Holocaust yang selama ini diyakini dan
dijadikan materi pelajaran memiliki banyak manupulasi. Dan kecurigaan itu
semakin menjadi-jadi ketika ada banyak orang yang dijebloskan ke penjara jika
meragukan soal Holocaust (khususnya di Jerman).
Menurut beberapa orang, jumlah sebenarnya dari
Holocaust tidak lebih dari satu juta orang, tidak lebih. Sudah jelas kalau angka
satu juta itu sangatlah jauh dengan jumlah 6 juta orang yang Yahudi klaim.
Beberapa ilmuan barat yang menyangkal kebenaran dari
Holocaust diantaranya Roger Garaudy, Profesor Robert Maurisson, Ernst Zundel,
dan David Irving. Dan sebagian besar dari mereka malah dijobloskan ke penjara.
Seperti Ernst Zundel (Pada 15 Februari 2007 Ernst dihukum 5 tahun penjara)
Seperti yang admin singgung sebelumnya, banyak orang
yang dijebloskan ke penjara jika meragukan Holocaust terutama di Jerman. Jadi
masyarakat Jerman dipaksa untuk mempercayai Holocaust.
Selain itu salah satu tindakan yang diyakini benar
adalah soal ruangan beracun yang digunakan untuk membunuh sekitar 1 juta orang.
Jika kita menggunakan logika, racun yang bisa membunuh sampai satu juta orang
itu pasti akan meninggalkan pencemaran yang parah. Baik pencemaran udara,
tanah, atau sebagainya, tapi setelah dilakukan penyelidikan, tidak ada bahan
kimia yang sebesar itu. Hanya ada sedikit saja, dan itu pun diperkirakan untuk
membersihkan pakaian.
Lalu apa yang melatar belakangi pemanupulasian
Holocaust? Ada kemungkinan kalau Yahudi memiliki dendam terhadap Jerman, dan
kalau dendam emang wajah aja sih. Bagaimana pun juga kaum mereka dibantai. Tapi
ada pula yang berpendapat untuk menarik simpati dunia.
Jadi dengan melebih-lebihkan soal Holocaust, Yahudi
bisa mendapatkan lebih banyak bantuan dari Negara-negara lain. (Note: Israel
adalah penerima bantuan terbesar dari AS)
Ada pula yang berpendapat kalau Holocaust yang
diperlebay itu untuk membuat dunia merasa berhutang kepada Kaum Yahudi.
Yang membuat author cukup ngeri adalah bagaimana
bisa suatu kaum menutup-nutupi kebenaran dengan begitu ekstrimnya. Jika kita
melihat soal Holocaust ini, masa lalu atau sejarah seolah bisa diubah dengan
begitu mudahnya.
Apakah dimasa yang akan mendatang, sejarah itu akan
benar-benar sama dengan yang terjadi? Atau sejarah justru tidak lagi ditujukan
untuk kepentingan ilmu, tapi untuk kepentingan kaum.
Oke, segitu saja artikel kali ini. Atas segala kekurangan
dan typonya admin meminta maklumnya.

Comments
Post a Comment